Serba-serbi TBC Tulang, Penyakit Menular yang Melumpuhkan

Identik sebagai penyakit yang menyerang organ paru-paru, bakteri tuberkulosis (TBC) juga bisa menjalar dan menyerang tulang. Ini adalah jenis TBC ekstra paru, yaitu TBC tulang.

Tuberkulosis tulang adalah jenis TBC yang menyerang tulang belakang, tulang panjang, dan sendi.

Apa saja penyebab, gejala, hingga pengobatan TB tulang? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Penyebab TBC tulang

Mengutip Nahtional Health Service, tuberkulosis adalah infeksi bakteri yang menular. Tak hanya memengaruhi paru-paru, tetapi juga organ tubuh lainnya, seperti perut, kelenjar, tulang, dan sistem saraf.

TBC tulang adalah salah salah satu jenis tuberkulosis ekstrapulmonari (TB ekstra paru). Penyakit ini dapat terjadi pada area tulang bagian manapun dalam tubuh.

Akan tetapi, kasus yang paling sering ditemui adalah TBC tulang belakang (spondilitis atau pott disease). Selain itu, TBC tulang juga bisa terjadi pada lutut, kaki, siku, tangan, dan bahu.

Berbeda dengan TB paru, penelitian menunjukkan bahwa penyebab TB tulang bukan melalui udara. Infeksi dapat menyebar melalui darah, jika Anda menyentuh atau nanah orang yang terinfeksi.

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tuberkulosis paru. Yaitu, ketika bakteri myobacteria menyebar dari paru-paru melalui darah ke tulang, tulang belakang, atau persendian.

Gejala TBC tulang

Umumnya, penderita tidak menyadari ciri-ciri TBC tulang. Apalagi, jenis TB ini menjadi salah satu yang sulit didiagnosis. Alasannya, karena gejalanya tidak muncul sampai infeksi sudah parah.

Meskipun demikian, Anda patut waspada jika bagian tubuh mengalami gejala TBC tulang, seperti:

  • Sakit punggung parah
  • Peradangan pada punggung atau sendi
  • Kekakuan
  • Sulit bergerak atau berjalan, terutama pada anak
  • Abses tulang belakang
  • Pembengkakan jaringan lunak
  • Kelemahan otot

Pada kasus TB tulang lanjutan, berikut adalah bebera gejala yang tergolong berbahaya, seperti:

  • Komplikasi neurologis
  • Kelumpuhan (paraplegia atau tetraplegia)
  • Pemendekan tungkai pada anak
  • Kelainan bentuk tulang atau tulang belakang
  • Meningitis
  • Kifosis atau pembungkukan

Penderita TBC tulang bisa mengalami atau tidak mengalami gejala TBC paru pada umumnya, yang meliputi demam, kelelahan, keringat malam, serta penurunan berat badan.

Pengobatan untuk penderita TBC tulang

Seperti halnya pengobatan TBC paru, perawatan dan pengobatan TBC tulang bisa dilakukan melalui obat-obatan maupun terapi, tergantung tingkat keparahan kondisi Anda.

Pengobatan utama yang biasanya direkomendasikan dokter adalah pemberian obat yang terbagi menjadi dua tahap:

1. Pengobatan tahap 1

Dokter akan memberikan obat antituberkulosis yang harus diminum setiap hari dalam jangka waktu tertentu sesuai rekomendasi dokter. Seperti rifampicin, isoniazid, ethambutol and pyrazinamide.

Selama meminum obat ini, Anda akan berada dalam pengawasan intensif untuk mencegah terjadinya kekebalan tubuh atau resistensi terhadap obat (TB MDR).

2. Pengobatan tahap 2

Jumlah obat kemungkinan akan dikurangi, tetapi ada penyesuaian jangka waktu lebih lama dari tahap pertama.

Pengobatan tahap lanjut ini bertujuan untuk membunuh bakteri TBC yang bersarang di tulang, sekaligus mencegah terjadinya TBC tulang kambuhan.

Lama pengobatan TBC tulang bisa mencapai 6-18 bulan. Perlu Anda ketahui bahwa terkadang TB tulang juga mengakibatkan tulang rusak dan keropos.

Akan tetapi, kondisi tersebut masih bisa dipulihkan, hanya saja pengobatannya akan berlangsung lebih lama lagi.

Ada pula pemberian kortikosteroid. Obat-obatan ini mungkin diresepkan untuk mencegah komplikasi seperti peradangan di sekitar sumsum tulang belakang atau jantung Anda.

Jika dokter memandang pemberian obat-obatan tidak efektif, Anda akan disarankan untuk menjalani operasi.

Salah satu bentuk operasi untuk kasus tuberkulosis tulang adalah laminektomi. Yaitu, mengangkat sebagian tulang belakang yang sudah terinfeksi bakteri pada penderita TBC tulang belakang.

Kasus TBC tulang belakang yang menimbulkan komplikasi, misalnya kerusakan saraf, juga diperlukan penanganan dengan prosedur operasi.

Dokter akan memberikan obat dan menyarankan Anda melakukan terapi tertentu agar terhindar dari kelumpuhan.

TBC tulang menular atau tidak?

Tuberkulosis tulang adalah jenis penyakit TB yang langka atau jarang terjadi. Akan tetapi, TBC tulang atau pun spondylitis tuberkulosis (Pott disease) tergolong sebagai penyakit menular.

Apalagi, dalam beberapa dekade terakhir  kasusTBC tulang meningkat, karena lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi HIV/AIDS. Alasannya, karena sistem kekebalan tubuhnya lebih lemah.

Apa pun pengobatan yang Anda jalani, lakukan dengan konsisten sesuai rekomendasi dokter.

Jika Anda mengidap TBC tulang belakang, jangan tunggu sampai badan menjadi bungkuk, karena saraf bisa terjepit dan akhirnya rusak. Akibatnya, bisa membuat Anda lumpuh permanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.